Selasa, 09 Desember 2014

Pertemuan Singkat


“ Priiiiitttttt “ Bunyi Peluit. Itulah salah satu benda yang selalu aku bawa ketika aku mengais rezeqi untuk anak dan istriku. Aku Rahman, lelaki lanjut usia yang memilik satu orang istri dan 4 anak, 2 anak laki-laki dan 2 anak perempuan. Aku tinggal disebuah rumah gubuk yang terbuat dari papan triplek dan seng sebagai atapnya, dipinggir rel jalan kereta.  Aku bekerja setiap hari sebagai penjaga pintu kereta api, pekerjaan itu aku dapatkan karena kebaikan penjaga resmi dari PTKAI yang iba melihat keadaan ekonomi keluargaku, sehingga aku diperbolehkan menemaninya untuk ikut menjaga pintu kereta itu. Istriku sudah lama sakit dan tak bisa beraktivitas seperti kebanyakan orang lainnya. Istriku mengalami struk ringan dibagian kaki, sudah hampir 2 bulan istriku hanya berbaring ditempat tidur. Sementara 2 anak lelakiku bekerja sebagai kuli panggul pasar dan tukang parkir yang tidak bisa dipastikan berapa besar pendapatan perharinya, sama sepertiku. Dan 1 anak perempuan ku hanya diam dan menjaga istriku yang bukan lain adalah ibunya sendiri, sementara 1 anak perempuanku yg lain sudah meninggal dunia karena sakit panas yang pernah ia alami yang tak sempat aku bawa berobat ke dokter karena keterbatasan uang.
  Seperti biasa, setiap pagi tanpa sarapan terlebih dahulu, aku berangkat untuk mencari uang demi seliter nasi dan tahu ataupun tempe sebagai lauknya. Pekerjaan itu aku lakukan dengan hati yang ikhlas dan berserah diri kepada yang Maha Kuasa bahwa setiap makhluk yang Allah ciptakan memiliki garis rezeqi nya masing-masing.
Pada suatu hari dengan cuaca yang sangat panas, dengan keringat yang membasahi badanku, aku berdiri ditengah tengah jalan rel kereta sambil meniup peluit yang setia menemaniku setiap hari, dengan tangan yang melambai-lambai ke arah kendaraan yang akan melewati pintu kereta dengan pertanda kendaraan untuk segera jalan karena tidak adanya kereta yang lewat saat itu. Tiba-tiba ada seorang pemuda dengan berpakaian rapi layaknya seperti pegawai kantor menghampiriku .
“Siang Pak, saya Ahmad Pak. Boleh saya tau nama Bapak siapa ?” Tanya pemuda itu
“Siang juga dek,  Bapak Rahman” Jawabku
“Bapak bekerja sebagai penjaga pintu kereta ? Sudah berapa lama pak kalau boleh saya tau ?” Tanya Ahmad dengan nada suara yang lembut dan ramah
“ Iya, sudah sekitar 8 tahun bapak mencari uang disini” Jawabku
Setelah perkenalan itu, Ahmad pemuda usia 24 tahun yang kini sudah menjadi yatim piatu dan hidup sebatang kara itu mengajak  saya untuk makan siang bersama, ia pemuda yang ramah dan baik hati, dia bertanya-tanya seputar kehidupanku dan keluarga, ternyata sudah cukup lama juga pemuda itu memperhatikan ku dari kejauhan.  Semenjak pertemuan itu, sering kali bahkan setiap pulang bekerja Ahmad selalu menyempatkan dirinya main kerumah ku sekedar menjenguk istriku yang sedang sakit, bahkan setiap seminggu sekali Ahmad selalu membawa istriku ke dokter untuk berobat dengan harapan agar istriku bisa beraktivitas kembali seperti semula. Dia sudah menganggap keluarga ku sebagai keluarga nya. Begitu pula aku, aku sudah menganggap dia seperti anakku sendiri karena ia tulus membantu dan menyayangi keluargaku . Tidak pernah kusangka sebelumnya ada pemuda sebaik Ahmad yang tulus ikhlas membantu keluargaku yang memang sangat jauh dari kata mampu.
            Namun kebaikan, ketulusan dan kasih sayang yang Ahmad berikan kepadaku dan keluarga, hanya dapat aku rasakan sebentar, Ahmad pemuda yang sudah aku anggap sebagai anakku sendiri kini telah meninggal dunia, dia mengalami kecelakaan hebat sepulang dari kerjanya yang akhirnya mengambil nyawanya. Aku sangat sedih dan merasa sangat kehilangan, untuk kedua kalinya aku kehilangan anak yang aku sayangi, kini aku hanya bisa berdoa kepada yang Tuhan Maha Esa untuk menempatkan kedua anakku di Surga-Nya . Amin


~Selesai~

Jumat, 10 Oktober 2014

KOPERASI SEKOLAH


        Tentu kalian semua pernah dengar bahkan sudah tidak asing lagi dengan kata-kata Koperasi  Sekolah . Sebelum kita membahas tentang Koperasi Sekolah, apa kalian tau pengertian dari Koperasi itu ? Menurut Undang-undang Nomer 25 Tahun 1992 Pasal 1 Ayat 1 tentang perkoperasian menyatakan bahwa Koperasi adalah Badan usaha yang beranggotakan orang seorang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi dan sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas asas kekeluargaan .
Setelah kita tau apa pengertian dari Koperasi, sekarang kita bahas tentang Koperasi Sekolah . Apa teman-teman semua tau apa yang dimaksud Koperasi Sekolah ? Koperasi Sekolah atau sering disebut Koperasi Siswa adalah Koperasi yang anggotanya para siswa atau murid dari suatu sekolah yang bersangkutan  yang berfungsi sebagai  wadah untuk mendidik tumbuhnya kesadaran berkoperasi dikalangan siswa.

Ciri-Ciri Koperasi Sekolah :
1.     Koperasi sekolah didirikan dalam rangka kegiatan belajar mengajar para siswa sekolah
2.    Anggota koperasi sekolah adalah para siswa atau murid sekolah yang bersangkutan
3.  Koperasi sekolah tidak disyaratkan menjadi badan hukum karena pendiriannya berkaitan untuk kepentingan belajar mengajar
4.    Koperasi berfungsi sebagai laboratorium pengajar koperasi disekolah

Tujuan didirikannya koperasi sekolah, antara lain :
1.     Agar siswa memiliki kesadaran tentang fungsi , peranan koperasi dan wadah perekonomian masyarakat
2.    Agar para siswa memiliki rasa tanggung jawab, disiplin dan jiwa demokratis
3. Agar siswa memiliki bekal pengetahuan, keterampilan, pengalaman praktis dalam hal pengelolaan koperasi sekolah melalui latihan-latihan maupun praktik kerja nyata
4.    Menanamkan dan menumpuk rasa tanggung jawab  siswa dalam hidup bergotong royong di masyarakat
5.    Menunjang program pembangunan pemerintah disektor koperasi melalui program pendidikan disekolah
6.    Menumbuhkan aspirasi dan partisipasi masyarakat sekolah terhadap koperasi, sekaligus sebagi sarana untuk menanamkan jiwa semangat serta sikap berkoperasi

Kegiatan Koperasi Sekolah
     Jenis usaha yang akan dilaksanakan oleh koperasi sekolah sebaiknya memperhatikan kebutuhan-kebutuhan pokok yang umumnya diperlukan oleh para siswa sekolah tersebut, selain menjangkau kebutuhan yang mungkin diperlukan oleh sebagian siswa dan juga agar tidak mengganggu kegiatan belajar para siswa, bahkan menambah pengetahuan serta praktik nyata tentang kegiatan koperasi.
 

Adapun kegiatan usaha koperasi sekolah antara lain :
1.     Unit usaha pertokoan, meliputi pengadaan buku, pulpen, pinsil, rautan, penghapus, seragam sekolah dan barang lain yang diperlukan oleh siswa
2.    Unit usaha cafeteria (warung) sekolah, dimaksudkan agar siswa tidak jajan diluar dari lingkungan sekolah
3.    Unit usaha simpan pinjam, yang bertujuan untuk melayani penabungan dan pinjaman uang guna meringankan para siswa serta untuk menumbuhkan kegemaran menabung bagi siwa

Itu sedikit ilmu yang saya tahu tentang Koperasi Sekolah.
Saya akan berbagi pengalaman saya saat saya menjaga koperasi sekolah :
     Dulu, saat saya masih duduk dibangku sekolah menengah pertama tepatnya pada saat saya kelas VIII dan pada saat saya duduk dibangku sekolah menengah atas kelas XI , saya bersama beberapa teman saya ditugaskan oleh guru saya untuk menjaga koperasi sekolah, kegiatan ini tidak hanya diterapkan kepada saya tetapi pada semua murid yang bersekolah disana. Ini merupakan pengalaman menarik saya, awalnya saya takut karena saya fikir menjaga koperasi sekolah itu ribet dan merepotkan. Sempat kerepotan sih saat menjaga koperasi, apalagi saat jam istirahat karena banyak pengunjung/pembeli yang ingin jajan maupun membeli alat tulis dikoperasi sekolah yang saya jaga . Sebelum koperasi dibuka, saya menghitung dan mencatat jumlah barang yang dijual pada hari itu, dan saat koperasi tutup saya juga melakukan hal yang sama yaitu menghitung jumlah barang yang habis terjual . Setelah itu saya membuat laporan keuangan atas pejualan koperasi sekolah dan dilaporkan kepada guru yang bersangkutan.
Itulan sedikit pengalaman saya, semoga teman-teman bisa mengambil hal positif dari informasi diatas .
Terima kasih atas perhatiannya dan waktu teman-teman yang telah mengunjungi blog saya . Mohon maaf apabila  ada kesalahan dalam penulisan saya.

Kesimpulan
Koperasi sekolah dimaksudkan sebagai penunjang pendidikan sekolah ke arah kegiatan-kegiatan praktis. Maksud yang lain adalah mencapai kebutuhan ekonomi di kalangan siswa dan mengembangkan rasa tanggung jawab, disiplin, setia kawan, dan jiwa demokratis para siswa yang sangat berguna bagi pembangunan bangsa dan negara. Dengan demikian, tujuan pembentukannya tidak terlepas dari tujuan pendidikan dan program pemerintah dalam menanamkan kesadaran berkoperasi sejak dini.


Rabu, 02 Juli 2014

Jika APBN Negara kita deficit (rugi) apa tindakan yang pemerintah lakukan ?

Sebelumnya apa itu pengertian APBN dan Defisit ?
 Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), adalah rencana keuangan tahunan pemerintahan negara Indonesia yang disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat. APBN berisi daftar sistematis dan terperinci yang memuat rencana penerimaan dan pengeluaran negara selama satu tahun anggaran (1 Januari - 31 Desember). APBN, perubahan APBN, dan pertanggungjawaban APBN setiap tahun ditetapkan dengan Undang-Undang.
Defisit Anggaran Negara adalah selisih antara penerimaan negara dan pengeluaran yang cenderung negatif, artinya, pengeluaran negara lebih besar dari penerimaan
Jika kita berbicara tentang perekonomian Indonesia, yang akan terpikir di benak kita adalah tentang kondisi dan keadaan ekonomi di Indonesia. Kondisi perekonomian Indonesia dapat diukur dengan menggunakan beberapa indikator, misalnya pendapatan nasional dan Produk Domestik Bruto (PDB). pendapatan nasional dan PDB yang tinggi menandakan kondisi perekonomian suatu negara sedang bergairah. Pemerintah mempunyai berbagai kebijakan untuk menjaga atau memperbaiki kualitas perekonomian Indonesia, yaitu :
1.     Kebijakan Fiskal, merupakan kebijakan yang berkaitan dengan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).
kebijakan fiskal juga dapat berupa kostumisasi APBN oleh pemerintah. misalnya dengan deficit financing. defcit financing adalah anggaran dengan menetapkan pengeluaran > penerimaan. deficit financing dapat dilakukan dengan berbagai cara. Dahulu pemerintahan Bung Karno pernah menerapkannya dengan cara memperbanyak utang dengan meminjam dari Bank Indonesia. yang terjadi kemudian adalah inflasi besar-besaran (hyper inflation) karena uang yang beredar di masyarakat sangat banyak. untuk menutup anggaran yang defisit dipinjamlah uang dari rakyat. sayangnya, rakyat tidak mempunyai cukup uang untuk memberi pinjaman pada pemerintah. akhirnya, pemerintah terpaksa meminjam uang dari luar negeri.

2.    Kebijakan Moneter  adalah kebijakan dengan sasaran mempengaruhi jumlah uang yang beredar. jumlah uang yang beredar dapat dipengaruhi oleh Bank Indonesia. selain dengan langsung menambah atau mengurangi jumlah uang yang beredar, mengatur jumlah uang yang beredar juga bisa menggunakan BI Rate. BI rate adalah instrumen dari pemerintah untuk acuan seberapa besar bunga simpanan jangka pendek, misalnya Surat Berharga Indonesia. biasanya bank-bank umum akan menaikkan atau menurunkan suku bunganya seiring dengan naik atau turunnya BI Rate. maka dari itu, saat BI Rate diturunkan, suku bunga kredit juga turun, sehingga biaya investasi ikut turun. dari sini, diharapkan investasi meningkat.
kebijakan moneter juga mengatur tentang giro wajib minimum, yaitu jumlah simpanan bank umum di Bank Indonesia yang merupakan sebagian dari titipan pihak ketiga. saat ini giro wajib minimum sebesar 8 % dari titipan pihak ketiga.
kebijakan moneter juga berpengaruh dalam perdagangan internasional dengan mengendalikan tarif ekspor impor. jika tarif impor naik, dorongan untuk impor berkurang. jika tarif impor turun, dorongan untuk ipmpor bertambah dan harga barang-barang impor menjadi lebih murah.
sedikit tambahan, sekitar 95 % kapas yang digunakan sebagai produksi di Indonesia adalah hasil impor. dalam kasus ini industri katun sebagai hasil olahan kapas dalam negeri akan turun jika tarif impor naik.
3.    Kebijakan Sektoral. kebijakan ini menitikberatkan pada satu dari sembilan sektor perekonomian di Indonesia. misalnya, di sektor pertanian pemerintah memberikan subsidi pupuk. subsidi ini diberikan agar harga pupuk murah. dengan demikian pupuk akan terdorong untuk dipakai. contoh lainnya adalah kebijakan di sektor industri. di sektor ini pemerintah membuat kebijakan kawasan ekonomi khusus. kawasan ekonomi khusus adalah kawasan yang khusus digunakan untuk pendirian industri. misalnya, kawasan industri Cilacap. kawasan ini mempunyai hak khusus, misalnya di Batam impor bahan mentah tidak terkena pajak, sehingga hal ini akan mendorong produksi di sana.
Kebijakan Pemerintah/Upaya Pemerintah menutup Defisit anggaran
Dalam rangka menutup defisit anggaran tersebut, akan dilakukan langkah-langkah kebijakan guna memperoleh sumber pembiayaan dengan biaya rendah dan tingkat risiko yang dapat ditolerir.
Kebijakan di sisi pembiayaan dalam negeri tersebut akan ditempuh antara lain dengan:
  • melakukan pengelolaan portofolio surat utang negara (SUN) melalui langkah-langkah pembayaran bunga dan pokok obligasi negara secara tepat waktu, penerbitan SUN dalam mata uang rupiah dan mata uang asing, penukaran utang (debt switching) serta pembelian kembali(buyback) obligasi negara;
  • melanjutkan kebijakan privatisasi yang pelaksanaannya dilakukan berdasarkan ketentuan yang berlaku di pasarmodal;
  • memanfaatkan dana eks moratorium untuk membiayai program rekonstruksi dan rehabilitasi NAD-Nias;
  • menggunakan sebagian dana simpanan pemerintah; dan
  • memberikan dukungan dana bagi percepatan pembangunan infrastruktur dalam rangka kemitraanPemerintah-Swasta.
Kebijakan dalam pembiayaan luar negeri. Langkah-langkah yang ditempuh antara lain meliputi:
  • Mengamankan pinjaman luar negeri yang telah disepakati dan rencana penyerapan pinjaman luar negeri, baik pinjaman program maupun pinjaman proyek, dan
  • Pembayaran cicilan pokok utang luar negeri yang sudah jatuh tempo.
Dalam rangka membiayai pembiayaan defisit anggaran, Pemerintah akan mengedepankan prinsip kemandirian, dengan lebih memprioritaskan pendanaan yang bersumber dari dalam negeri. Pendanaan dari luar negeri akan dilakukan lebih selektif dan berhati-hati, dengan mengupayakan beban pinjaman yang paling ringan melalui penarikan pinjaman dengan tingkat bunga yang rendah dan tenggang waktu yang panjang, dan tidak mengakibatkan adanya adanya ikatan politik, serta diprioritaskan untuk membiayai kegiatankegiatan yang produktif.
Kebijakan dari Sisi Pengeluaran:
1. Mengurangi subsidi
Yaitu bantuan yang diambil dari anggaran negara untuk pengeluaran yang sifatnya membantu konsumen untuk mengatasi tingginya harga yang tidak terjangkau oleh mereka agar tercipta kestabilan politik dan sosial lainnya, misalnya subsidi pupuk, subsidi bahan bakar minyak (BBM), subsidi listrik, dan lain sebagainya. Pada prinsipnya negara memberikan subsidi terhadap suatu barang, karena barang itu dianggap harganya terlalu tinggi dibanding dengan kemampuan daya beli masyarakat. Agar tidak terjadi gejolak di masyarakat, maka negara mengeluarkan dana untuk mensubsidi barang tersebut. Subsidi itu dilakukan dengan beberapa cara, misalnya : i). memberikan subsidi kepada konsumen dengan cara memberikan subsidi harga barang-barang yang dikonsumsi; ii). memberikan subsidi kepada produsen, yaitu memberikan subsidi pada bahan baku yang dipergunakan untuk memproduksi barang tersebut. Kalau pengeluaran subsidi itu dikurangi akan berakibat pada kenaikan harga barang yang diberi subsidi itu.
2. Penghematan pada setiap pengeluaran baik pengeluaran rutin maupun pembangunan
Penghematan pada pengeluaran rutin dilakukan oleh departemen teknis, misalnya untuk pengeluaran listrik, telepon, alat tulis, perjalanan dinas, rapat-rapat, seminar, dan sebagainya tanpa mengurangi kinerja dari departemen teknis yang bersangkutan.

3. Menseleksi sebagian pengeluaran-pengeluaran pembangunan
Pengeluaran pembangunan yang berupa proyek-proyek pembangunan diseleksi menurut prioritasnya, misalnya proyek-proyek yang cepat menghasilkan. Proyek-proyek yang menyerap biaya besar dan penyelesaiannya dalam jangka waktu yang lama, sementara ditunda pelaksanaannya.
4. Mengurangi pengeluaran program-program yang tidak produktif dan tidak efisien
Program-program semacam itu adalah program-program yang tidak mendukung pertumbuhan sektor riil, tidak mendukung kenaikan penerimaan pajak, dan tidak mendukung kenaikan penerimaan devisa. Pemotongan program-program ini harus dilakukan dengan hati-hati. Pemotongan pengeluaran tanpa memperbaiki produktivitas program, berarti akan ada kecenderungan akan menurunnya kualitas dan kuantitas output.
Ketentuan Batas Kumulatif Defisit APBN dan Pinjaman. Dalam hal defisit anggaran ini ada pedoman atas batas kumulatif defisit anggaran  yaitu :
  • Jumlah kumulatif defisit APBN dan APBD dibatasi tidak melebihi 3% (tiga persen) dari PDB tahun bersangkutan.
  • Jumlah kumulatif pinjaman Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah dibatasi tidak melebihi 60% (enam pu-luh persen) dari PDB tahun bersangkutan.
  • Jumlah kumulatif pinjaman Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah adalah total pinjaman Pemerintah Pusat setelah dikurangi pinjaman yang diberikan kepada Pemerintah Daerah ditambah total pinjaman seluruh Pemerintah Daerah setelah dikurangi pinjaman yang diberikan kepada Pemerintah Pusat dan/atau Pemerintah Daerah lain.
  • Batas maksimal pinjaman seluruh Pemerintah Daerah untuk tahun anggaran berikutnya ditetapkan dengan Peraturan Menteri Keuangan setiap tahun paling lambat dalam bulan Agustus dengan memperhatikan keadaan dan prakiraan perkembangan perekonomian nasional.
  • Dalam hal jumlah kumulatif defisit APBN dan APBD tidak melebihi 3% (tiga persen) dari PDB dan/atau jumlah kumulatif pinjaman Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah tidak melebihi 60% (enam puluh persen) dari PDB:
  • Pemerintah Pusat dapat melakukan pinjaman baik dalam negeri maupun luar negeri.
  • Pemerintah Daerah dapat melakukan pinjaman baik dari Pemerintah Pusat maupun dari sumber lainnya.
  • Pinjaman Daerah yang bersumber dari luar negeri, dilakukan melalui mekanisme penerusan pinjaman.
  • Pelaksanaan pinjaman Pemerintah Daerah dari Pemerintah Pusat maupun dari sumber lainnya sebagaimana dimaksud diatas  dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.



Jumat, 30 Mei 2014

Perkembangan Perekonomian Indonesia Pada Tahun 2011-2012


Definisi Pertumbuhan Ekonomi
Pengertian pertumbuhan ekonomi harus dibedakan dengan pembangunan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi hanyalah merupakan salah satu aspek saja dari pembangunan ekonomi yang lebih menekankan pada peningkatan output agregat khususnya output agregat per kapita.
Pertumbuhan ekonomi dapat diartikan sebagai proses perubahan kondisi perekonomian suatu negara secara berkesinambungan menuju keadaan yang lebih baik selama periode tertentu. Pertumbuhan ekonomi dapat diartikan juga sebagai proses kenaikan kapasitas produksi suatu perekonomian yang diwujudkan dalam bentuk kenaikan pendapatan nasional.
Perekonomian dikatakan mengalami pertumbuhan apabila jumlah balas jasa riil terhadap penggunaan faktor-faktor produksi pada tahun tertentu lebih besar daripada tahun sebelumnya.

Indikator yang digunakan untuk menghitung tingkat Pertumbuhan Ekonomi
* Tingkat Pertumbuhan PDB (Produk Domestik Bruto)
* Tingkat Pertumbuhan PNB (Produk Nasional Bruto)
Dalam praktek angka, PNB kurang lazim dipakai, yang lebih populer dipakai adalah PDB, karena angka PDB hanya melihat batas wilayah,terbatas pada negara yang bersangkutan.

Perbedaan Pembangunan Ekonomi dengan Pertumbuhan Ekonomi
* Pembangunan ekonomi lebih bersifat kualitatif, bukan hanya pertambahan produksi, tetapi juga terdapat perubahan-perubahan dalam struktur perekonomian.
* Pertumbuhan ekonomi keberhasilannya lebih bersifat kuantitatif, yaitu adanya kenaikan dalam standar pendapatan dan tingkat output produksi yang dihasilkan

Persamaan Pembangunan Ekonomi dengan Pertumbuhan Ekonomi
* Kedua-duanya merupakan kecenderungan di bidang ekonomi.
* Pokok permasalahan akhir adalah besarnya pendapatan per kapita.
* Kedua-duanya menjadi tanggungjawab pemerintah dan memerlukan dukungan rakyat.
* Kedua-duanya berdampak kepada kesejahteraan rakyat.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan Ekonomi
1.    Faktor Sumber Daya Manusia, Sama halnya dengan proses pembangunan, pertumbuhan ekonomi juga dipengaruhi oleh SDM. Sumber daya manusia merupakan faktor terpenting dalam proses pembangunan, cepat lambatnya proses pembangunan tergantung kepada sejauhmana sumber daya manusianya selaku subjek pembangunan memiliki kompetensi yang memadai untuk melaksanakan proses pembangunan.
2.    Faktor Sumber Daya Alam, Sebagian besar negara berkembang bertumpu kepada sumber daya alam dalam melaksanakan proses pembangunannya. Namun demikian, sumber daya alam saja tidak menjamin keberhasilan proses pembanguan ekonomi, apabila tidak didukung oleh kemampaun sumber daya manusianya dalam mengelola sumber daya alam yang tersedia. Sumber daya alam yang dimaksud dinataranya kesuburan tanah, kekayaan mineral, tambang, kekayaan hasil hutan dan kekayaan laut.
3.    Faktor Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat mendorong adanya percepatan proses pembangunan, pergantian pola kerja yang semula menggunakan tangan manusia digantikan oleh mesin-mesin canggih berdampak kepada aspek efisiensi, kualitas dan kuantitas serangkaian aktivitas pembangunan ekonomi yang dilakukan dan pada akhirnya berakibat pada percepatan laju pertumbuhan perekonomian.
4.    Faktor Budaya, Faktor budaya memberikan dampak tersendiri terhadap pembangunan ekonomi yang dilakukan, faktor ini dapat berfungsi sebagai pembangkit atau pendorong proses pembangunan tetapi dapat juga menjadi penghambat pembangunan. Budaya yang dapat mendorong pembangunan diantaranya sikap kerja keras dan kerja cerdas, jujur, ulet dan sebagainya. Adapun budaya yang dapat menghambat proses pembangunan diantaranya sikap anarkis, egois, boros, KKN, dan sebagainya.
5.    Sumber Daya Modal, Sumber daya modal dibutuhkan manusia untuk mengolah SDA dan meningkatkan kualitas IPTEK. Sumber daya modal berupa barang-barang modal sangat penting bagi perkembangan dan kelancaran pembangunan ekonomi karena barang-barang modal juga dapat meningkatkan produktivitas.

Perkembangan Ekonomi Pada tahun 2011
Badan Pusat Statistik mengumumkan pertumbuhan ekonomi Indonesia tumbuh 6,5% pada empat bulan terakhir tahun 2011, meski sebelumnya sempat muncul pesimisme karena anjloknya angka ekspor Desember lalu. Dengan demikian, target pertumbuhan yang dicanangkan pemerintah antara 6,3-6,5%, terpenuhi sepanjang tahun lalu.
Angka yang dilansir BPS ini memupus keraguan akan memburuknya pertumbuhan ekonomi Indonesia, karena pada Desember lalu angka ekspor justru melemah hanya mencapai 2,19% dibanding angka yang sama tahun sebelumnya dan merupakan yang terendah sejak September 2009. Pada bulan Oktober dan November 2011, ekspor juga melemah menjadi 16,7 dan 8,25 %, padahal angka ekspor rata-rata sejak Juli-September mencapai 40,5%.
Meski demikian, melemahnya ekspor ditutup oleh melonjaknya konsumsi dalam negeri sementara minat investasi juga tetap tinggi pada kuartal keempat 2011, ditandai dengan naiknya angka investasi asing (FDI) yang mencapai 25%.
Kalangan pengamat menghubungkan naiknya angka investasi asing ini dengan kembalinya standar laik investasi (investment grade) yang diumumkan oleh lembaga pemeringkat Fitch, pada pertengahan Desember lalu. Pemeringkat lain, Moody's dan Standard and Poor's, kemungkinan besar akan mengikuti langkah itu tahun ini, yang dipandang akan menjadi dorongan makin besar pada investor untuk berbisnis di Indonesia.
Meski demikain suhu ekonomi dunia yang sedang terganggu akibat krisis berkepajangan di AS dan Eropa, diperkirakan akan turut berimbas ke Indonesia sehingga lembaga seperti Bank Indonesia menurunkan target pertumbuhan 2012 menjadi 6,3-6,5%, lebih rendah dari target pemerintah yang mencapai 6,7%.
Dari sisi internal, persoalan yang dianggap bisa mengganggu laju pertumbuhan ekonomi adalah masalah perburuhan yang pada beberapa pekan terakhir dianggap meresahkan investor asing terutama yang bergerak di bidang industri manufaktur.
Pengusaha menuding pemerintah daerah menggunakan kasus perburuhan sebagai alat politik untuk kepentingan mereka, sehingga merugikan perhitungan bisnis mereka untuk tahun 2012.


Perkembangan Perekonomian Pada Tahun 2012
[JAKARTA] Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2012 sedikit mengalami penurunan dibanding tahun 2011, yakni pada kisaran 6,2 persen -6,4 persen.
      Ketua Umum Kadin Indonesia, Suryo Bambang Sulisto, dalam acara konferensi pers "Catatan Akhir Tahun Menyongsong 2012" di Jakarta, Rabu (28/12), mengatakan, jika pemerintah tidak melakukan antisipasi terhadap krisis global, maka dampaknya akan lebih berat terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia, sehingga pertumbuhan ekonomi 2012 akan cenderung lebih rendah lagi.
     Selain pertumbuhan ekonomi yang berkisar 6,2 - 6,4 persen juga memproyeksikan sejumlah bidang pada tahun 2012 yakni inflasi cuma 3,5-5,5 persen, harga minyak dunia berkisar US$ 90 per barel, suku bunga Indonesia tiga bulan 6 persen, kemiskinan 11,7 persen, kurs 8.900 - 9.100, pengangguran 6,3 persen.
     Faktor krisis eksternal bersifat mendalam dan berjangka jauh lebih panjang dari perkiraan semula. Artinya, perekonomian Indonesia jelas terpengaruh faktor krisis ini sehingga mesti mengantisipasi dan menyiapkan diri terhadap kemungkinan dampak krisis tersebut.
       Karena itu, Suryo menyarankan beberapa hal kepada pemerintah, pertama, antisipasi gejolak dan krisis ekonomi dunia. Resiko ekonomi makro dunia 2012 masih sangat tinggi dan sangat akibat krisis ekonomi, mungkin berpengaruh pada turunya volume perdagangan internasional dan lesunya pertumbuhan investasi luar negeri. Pemerintah diminta mendorong investasi dalam negeri dan menciptakan efisiensi dan produktivitas ekonomi dalam negeri untuk meningkatkan daya saing ekspor, agar tujuan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dapat tercapai.
    Kedua, mengidentifikasi sumber pertumbuhan dan akselerasi pertumbuhan ekonomi untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Pemerintah perlu memprioritaskan perkembangan sektor yang tradable, utamanya sektor industri. Selain itu pemerintah harus memperhatikan tiga subsektor ekonomi yakni perhubungan dan komunikasi, perdagangan, hotel dan restoran serta konstruksi.  Sedangkan dari sisi permintaan, pemerintah perlu mendorong investasi subsektor yang mempunyai pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan ekspor yang dapat meningkatkan neraca pembayaran dan memperbaiki cadangan devisa.
    Ketiga, percepatan dan perluasan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas. Strategi percepatan dan perluasan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas hanya dilakukan dengan mendorojng investasi dan pertdagangan ekspor pada sektor yang mempunyai pangsa PDB, laju pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga yang tinggui, yakni sektor perdagangan, hotel dan restoran.
    Keempat, penciptaan kesempatan kerja. Untuk mendorong peningkatan dan penciptaan kesempatan kerja, pemerintah perlu mendorong berkembangnya subsektor pertanian, perdagangan, hotel dan restoran, jasa kemasyarakatan serta industri pengolahan.
     Kelima, mendorong pertumbuhan investasi swasta. Peningkatan investasi swasta tidak saja mendorong pertumbuhan ekonomi, namun dapat menciptakan kesempatan kerja.

    Keenam, menyelesaikan ketimpangan struktur ekonomi dan akselerasi pertumbuhan ekonomi subsektor yang labour intensif technologi. Ketujuh, membuat kebijakan untuk percepatan penurunan program kemiskinan.


Referensi :
http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2012/02/120201_inaeconomicgrowth.shtml
http://www.suarapembaruan.com/ekonomidanbisnis/kadin-pertumbuhan-ekonomi-2012-hanya-62-persen/15313
http://makalah-artikel-online.blogspot.com/2009/05/faktor-faktor-yang-mempengaruhi.html


Sabtu, 21 Desember 2013

BAB 8
KONSEP NILAI WAKTU DARI UANG
Konsep nilai waktu dari uang adalah bahwa setiap individu berpendapat bahwa nilai uang saat ini lebih berharga daripada nanti.
Sejumlah uang yang akan diterima dari hasil investasi pada akhir tahun, kalau kita memperhatikan nilai waktu uang, maka nilainya akan lebih rendah pada akhir tahun depan.
Jika kita tidak memperhatikan nilai waktu dari uang, maka uang yang akan kita terima pada akhir tahun depan adalah sama nilainya yang kita miliki sekarang.
Contoh 1 :
Uang sekarang Rp 30.000,- nilainya akan sama dengan Rp 30.000 pada akhir tahun kalau kita tidak memperhatikan nilai waktu unag, maka nilai uang sekarang adalah lebih tingi dari pada uang yang akan kita terima pada akhir tahun depan.

Contoh 2 :
Uang sekarang Rp 30.000,- nilainya lebih tinggi daripada Rp 30.000 pada akhir tahun depan, kenapa :
1. Karena kalau kita memiliki uang Rp 30.000 sekarang dapat disimpan di Bank dengan mendapatkan bunga misal 10 % / tahun, sehingga uang tersebut akan menjadi Rp 33.000
2. Jadi uang sekarang Rp 30.000 nilainya sama dengan Rp 33.000 pada akhir tahun.

ISTILAH YANG DIGUNAKAN :
Pv = Present Value (Nilai Sekarang)
Fv = Future Value (Nilai yang akan datang)
I = Bunga (i = interest / suku bunga)
n = tahun ke-
An = Anuity
SI = Simple interest dalam rupiah
P0 = pokok/jumlah uang yg dipinjam/dipinjamkan pada periode waktu

BUNGA adalah sejumlah uang yang dibayarkan atau dihasilkan sebagai kompensasi terhadap apa yang dapat diperoleh dari penggunaan uang

I. BUNGA SEDERHANA (SIMPLE INTEREST)
adalah bunga yang dibayarkan/dihasilkan hanya dari jumlah uang mula-mula atau pokok pinjaman yang dipinjamkan atau dipinjam.
SI = P0(i)(n)
·         Nilai yang akan datang (Future Value)
Future value (terminal value) adalah nilai uang yang akan datang dari satu jumlah uang atau suatu seri pembayaran pada waktu sekarang, yg dievaluasi dengan suatu tingkat bunga tertentu.
FV = P0+ SI= P0+ P0(i)(n)
·         Nilai Sekarang (present value)
Adalah nilai sekarang dari satu jumlah uang/satu seri pembayaran yang akan datang, yang dievaluasi dengan suatu tingkat bunga tertentu.
Menghitung nilai pada waktu sekarang jumlah uang yang baru dimiliki beberapa waktu kemudian.

FVn = P0+ P0(i)(n)
PV0 = P0=
II. BUNGA BERBUNGA (COMPOUND INTEREST)
Adalah bunga yg dibayarkan/dihasilkan dari bunga yg dihasilkan sebelumnya, sama seperti pokok yang dipinjam/dipinjamkan.
1. Nilai Majemuk (coumpaund value / ending amount) dari sejumlah uang merupakan penjumlahan dari uang pada permulaan periode. (Modal Pokok + Bunga pada periode tersebut). Atau menghitung jumlah akhir pada akhir periode dari sejumlah uang yang dimiliki sekarang.
FV = Pv + I
FV = Pv + Pvi
FV0 = Pv(1+i)n
atau FVn = Pv(FVIFi,n)

2. Nilai Sekarang (Present Value)
Menghitung nilai pada waktu sekarang jumlah uang yang baru akan dimiliki beberapa waktu kemudian

PV = FV / (1+i)n


III. ANUITAS
 Pengertian
Anuitas : Cara pembayaran hutang dengan jumlah yang sama besar dan dalam jangka waktu yang sama
Dalam Anuitas (A) terkandung :
Angsuran (An) dan Bunga (Bn)

Rumus :
A = An + Bn

Anuitas Biasa
Contoh :
Seseorang meminjam Rp 100.000,00 dengan pengembalian sistem angsuran anuitas, setahun kemudian. Hutang tersebut akan diangsur selama 5 tahun dengan suku bunga 4 % per tahun. Setelah dihitung, pengembalian tiap tahun sejumlah Rp 22.462,71.
Buatlah tabel rencana angsuran !
Tabel Rencana Angsuran
Tahun Sisa hutang Anuitas : Rp 22.462,71 Sisa hutang
Ke- Awal tahun ke- Bunga akhir th ke- Angsuran akhir th ke- Akhir tahun ke-
1 Rp 100.000,00 Rp 4.000,00 Rp 18.462,71 Rp 81.537,29
2 Rp 81.537,29 Rp 3.261,49 Rp 19.201,22 Rp 62.336,07
3 Rp 62.336,07 Rp 2.493,44 Rp 19.969,27 Rp 42.366,80
4 Rp 42.366,80 Rp 1.694,67 Rp 20.768,04 Rp 21.598,76
5 Rp 21.598,76 Rp 863,95 Rp 21.598,76 Rp 0
A = A1+B1 = A2+B2 = A3+B3 = An + Bn

Anuitas Terhutang
H = A1 + A2 + A3 +…….+ An
H = A1 + A1(1+b) + A1(1+b) + …. + A1(1+b)
Deret geometri
A : A1
r : (1 + b) Sn =
n : n
= A1
= A1
Kesimpulan: Rumus mencari Hutang mula-mula dan Rumus mencari Angsuran pertama
H = A1
atau A1 =

Nilai sekarang anuitas
adalah sebagai nilai i anuitas majemuk saat ini dengan pembayaran atau penerimaan periodik dan n sebagai jangka waktu anuitas.
PVAn = A1 [(S(1+i) n ] = A1 [ 1 – {1/ (1+ i)n /i } ]

ANUITAS ABADI
Adalah serangkaian pembayaran yang sama jumlahnya dan diharapkan akan berlangsung terus menerus.
PV (Anuitas Abadi) = Pembayaran = PMT
Tingkat suku bunga i

A. Nilai Majemuk Anuitas
Yaitu nilai anuitas yang akan diterima di waktu yang akan datang untuk periode tertentu.
Rumus:
Sn = a [(1 + i)n-1 + … + (1 + i)1 + (1 + i)0 ]
Di mana:
a = jumlah modal (uang) pada awal periode
Sn = jumlah yang diterima pada akhir period

B. Nilai Tunai Anuitas
Yaitu nilai saat ini dari anuitas yang akan diterima di waktu yang akan datang selama periode tertentu
Rumus:
1 1 NT An = a [ ------- ] 1 + … + [ ------- ]n (1 + i) (1 + i)

C. Penerimaan Tahunan dari Anuitas
Rumus:
Nilai Tunai Anuitas
a = ————————
PVIF Anuitas
Di mana :
PVIF = nilai sekarang dari tingkat bunga yang akan diterima selama periode tertentu

D. Nilai Tunai dari Penerimaan Yang Tidak Sama
Rumus:
Periode Penerimaan Faktor Bunga Nilai
1 A PV IF th ke1 = (2).(3)
2 B PV IF th ke2 = (2).(3)
n C PV IF th ken = (2).(3)
————- +
Nilai tunainya

Amortisasi Pinjaman
Salah satu penerapan penting dari bunga majemuk adalah pinjaman yang dibayarkan secara dicicil selama waktu tertentu. Termasuk di dalamnya adalah kredit mobil, kredit kepemilikan rumah, kredit pendidikan, dan pinjaman-pinjaman bisnis lainnya selain pinjaman jangka waktu sangat pendek dan obligasi jangka panjang. Jika suatu pinjaman akan dibayarkan dalam periode yang sama panjangnya (bulanan, kuartalan, atau tahunan), maka pinjaman ini disebut juga sebagai pinjaman yang diamortisasi (amortized loan).
Referensi :
http://ocw.gunadarma.ac.id/course/economics/management-s1/pengantar-bisnis/konsep-nilai-waktu-dari-uang
rhassan.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/8699/Minggu+3.rtf

http://aindua.wordpress.com/2010/11/17/konsep-nilai-waktu-dari-uang/
http://karinadevianta.blogspot.com/2011/12/bab-8-konsep-nilai-waktu-dari-uang.html
http://www.google.com